Friday, May 15, 2009

KELUARGA BAHAGIA


Mengapa sukar bahagia? Kadangkala kita seringkali bertanya di manakah kebahagiaan itu atau mungkin juga kita memikirkan mengapa kebahagiaan itu sukar hadir dalam istana yang kita bina bersama pasangan atau ada yang bertanya mengapa kebahagiaan saya kian menjauh. Sebenarnya jawapan kepada kesemua persoalan itu ada di dalam diri kita sendiri. Yang menjadi musuh kita selama ini adalah sikap. Mahu atau tidak mahu sahaja untuk berubah. Bermulalah dengan mendefinisikan syurga rumahtangga anda sendiri. Hakikat yang mesti diterima adalah syurga orang lain tidak mungkin sama dengan apa yang ingin dibina oleh kita. Ayat yang lebih mudah, kebahagiaan dalam kamus kita mungkin berbeza dengan kamus kebahagiaan orang lain. Merasa bahagia itu terlalu subjektif untuk dihuraikan. Jadi, ciptakan kebahagiaan itu sekarang sebelum kita kehilangannya. Ada beberapa perkara yang kita anggap remeh namun ianya amat berkesan dalam membina perhubungan berumahtangga antara kita dan pasangan. Ianya termasuklah mengelipkan mata pada pasangan sesekali, memilih lagu yang boleh dinyanyikan bersama sewaktu memandu atau ketika beristirehat di rumah pada hujung minggu dan hari cuti atau setidak-tidaknya suami menyediakan sarapan untuk isteri dan anak-anaknya. Tanya lah diri adakah kita mempraktikkan kesemua perkara di atas. Mungkin dalam 50, hanya seorang yang berbuat demikian atau tiada langsung. Tiada salahnya memulakan setiap hari baru dengan kucupan mesra untuk pasangan. Ini bukan sahaja membuatkan pasangan merasa dihargai dan disayangi malah memcambahkan lagi benih-benih cinta dan menyemarakkan kasih sayang dalam ‘istana’ yang dibina. Pernahkah kita bertanya ‘sesekali’ kepada pasangan, “Apakah yang saya boleh buat untuk membuatkan awak merasa bahagia?” Pernahkah kita bertanya begitu? Tepuk dada tanyalah selera! Tidak sukar sebenarnya untuk mencipta bahagia. Jika orang lain boleh bahagia dengan cara mereka, kita juga punya cara untuk mencipta bahagia di dalam ‘syurga impian’ kita menurut kepada acuan kita sendiri. Tidak sukar sebenarnya! Berubahlah sedikit demi sedikit. Paling utama selalulah berdoa kepada Allah untuk pasangan dan anak-anak. Mohonlah untuk kekalkan keharmonian dalam kehidupan berumahtangga. Bukankah Allah berfirman, antara lain maksudnya : “ Mohonlah kepada Aku nescaya Aku akan kabulkan.

Saturday, May 2, 2009

SI COMEL




1. Memperlihatkan Ketertarikannya pada w
2. Merespon Bunyi
3. Merespon Cahaya
4. Memutar kepala ke arah samping
5. Mengikuti arah benda bergera
6. Tersenyum
7. Tertawa
8. Kepala dan lengan bergerak bersamaan
9. Mendengarkan suara atau bunyi
10. Mengangkat kepala beberapa saat
11. Kaki semakin menjulur panjang
12. Mendorong kakinya ketika mengangkat kepala
13. Fokus pada benda jarak dekat
14. Bermain dengan tangannya
15. Mencari benda dengan tangannya
16. Senang melihat wajahnya di kaca
17. Mendorong benda dengan telunjuknya
18. Bermain dengan kakinya
19. Fokus pada benda bergerak dan mencoba meraihnya
20. Mampu berdiri sendiri

Cara merawat bayi

Jika anda seorang ibu muda atau ayah. Dan anda kesulitan dalam merawat bayi anda. Semoga petunjuk di bawah ini dapat membantu anda dalam mengatasi kesulitan tersebut. Rawatlah bayi anda dengan cara - cara yang benar seperti di bawah ini, dan jangan sekali - sekali melakukan kesalahan yang nantinya akan berakibat fatal buat buah hati kesayangan anda.



video

Bibi..........


Dalam rangka pembahasan mengenai “ teknik komunikasi ” terlebih dahulu perlu dijelaskan pengertian komunikasi. Jadi, sebelum kita mengadakan paparan untuk menjawab pertanyaan “ bagaimana kita berkomunikasi ” (how to communicate), terlebih dahulu kita harus merasa jelas tentang “ apa itu komunikasi ” (what is communication), pengertian komunikasi dengan segala aspek yang dicakupnya. Pengertian komunikasi hams ditinjau dari dua sudut pandang, yaitu komunikasi dalam pengertian secara umum dan pengertian secara paradigmatik, sehingga akan menjadi jelas bagaimana pelaksanaan teknik komunikasi itu.
1. Pengertian komunikasi secara umum Setiap orang yang hidup dalam masyarakat, sejak bangun tidur sampai tidur lagi, secara kodrati senantiasa terlibat dalam komunikasi. Terjadinya komunikasi adalah sebagai konsekuensi hubungan sosial (social relations). Masyarakat paling sedikit terdiri dari dua orang yang saling berhubungan satu sama lain yang, karena berhubungan, menimbulkan interaksi sosial (social interaction). Terjadinya interaksi sosial disebabkan interkomunikasi (intercommunication). Komunikasi dalam pengertian umum dapat dilihat dari dua segi: a. Pengertian komunikasi secara etimologis. Secara etimologis atau menurut asal katanya, istilah komunikasi berasal dari bahasa Latin communication dan perkataan ini bersumber pada kata communis. Perkataan communis tersebut dalam pembahasan kita ini sama sekali tidak ada kaitannya dengan partai komunis yang sering dijumpai dalam kegiatan politik. Arti communis di sini adalah sama, dalam arti kata sama makna, yaitu sama makna mengenai suatu hal. Jadi, komunikasi berlangsung apabila antara orang-orang yang terlibat terdapat kesamaan makna mengenai suatu hal yang dikomunikasikan. Jelasnya, jika seseorang mengerti tentang sesuatu yang dinyatakan orang lain kepadanya, maka komunikasi berlangsung. Dengan lain perkataan, hubungan antara mereka itu bersifat komunikatif. Sebaliknya jika ia tidak mengerti, komunikasi tidak berlangsung. Dengan lain perkataan, hubungan antara orang-orang itu ddak komunikatif.

Wednesday, April 15, 2009

Roman saya


Aku kemudian menangkap irama suara Roman menjadi rangkaian kata yang aku mengerti, betapa terkejutnya aku. Karena ternyata Fariz berkata,”Tante, ada semut yang menggigit punggungku.” Masih terkaget, aku membalikkan badan Fariz dan ternyata benar, ada seekor semut merah yang sedang menggigit punggung Roman.

Roman




Bayi itu bernama Roman. Aku mengenalnya saat aku sedang jalan-jalan di sebuah mall mewah di Senayan. Kami berkenalan ketika tatapan mata kami bersirobak. Andrea saat itu sedang duduk dalam kereta dorongan bayi bersama baby sitternya. Tatapan matanya membuat aku mendekati dia, karena aku tahu itu sebuah isyarat dari bayi untuk memanggilku.

Bayi dah dewasa


Bayi yang aku ajak berbicara rupanya tidak mau tumbuh menjadi seorang dewasa. Baru kali ini dalam percakapanku dengan bayi, aku mendapatkan jawaban seperti ini. Tidak mau dewasa, dia ingin menjadi bayi terus hingga akhir hayatnya atau kalau perlu mati sekalian, tanpa harus menjadi dewasa.